Senin, 05 September 2016

Cagar Alam Kersik Luwai, Kutai Barat

cagar alam kersik luwai, kutai bali

kersik luwai dalam bahasa dayak berarti "pasir sunyi". areal ini ditetapkansebagai cagar alam berdasarkan surat keputusan mentri pertanian nomor 792/kpts/Um/10/1982. luas kawasan ini sebenarnya kurang lebih 5000 hektar, akan tetapi hutan tempat habitat utama anggrek hanya sekitar 17.5 hektar. sebelum kebakaran hebat tahun 1982, di kresik luwai teridentifikasi 72 jenis anggrek. namun setelah kebakaran, yang tersisa sekitar 57 jenis anggrek. jenis anggrek endemik yang paling populer di keresik adalah anggrek hitam (coelogune pandurata). anggrek ini relatif mudah di temukan dibawah rimbunan pepohonan. anggrek ini mekar setiap bulan, dan bunganya mampu bertahan sekitar 1 minggu. selain itu anggrek kantung semar (nephentes sp) juga relatif mudah di temukan. beberapa jenis anggrek lain juga yang dapat di temukan adalah: anggrek merpati (dendrobium rumenatum), anggrek tebu atau anggrek harimau (grammatophhyllum speciosum), anggrek babbu (coelogyne foerstermanii). sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar